Selasa, 09 Agustus 2022

Gotong Royong Pentahelix Dalam Program DESAEM di Desa Sekitar Proyek JTB

 PEPC-Paratazkia, Kesiapsiagaan menghadapi kebencanaan merupakan tanggungjawab semua pihak. Salah satu nilai luhur budaya bangsa Indonesia yang merupakan potensi lokal yang dapat dijadikan contoh baik dalam penanganan bencana ialah gotong royong pentahelix, yakni partisipasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.

PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina bersama para pihak di sekitar area Project Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB) kembali melakukan gotong royong pentahelix yang melibatkan pemerintahan, masyarakat desa, serta pihak akademisi dari Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesi Gana) STIKES Maboro Bojonegoro, dan media massa dalam sebuah program sebagai upaya memberikan kontribusi untuk mewujudkan desa siaga bencana yang siap menghadapi segala kemungkinan kegawatdaruratan kebencanaan. 

Konsep gotong royong yang melibatkan multipihak dalam menghadapi segala resiko kebencanaan ini oleh PEPC diwujudkan melalui sebuah program pengembangan masyarakat (PPM) yaitu Program Desa Siaga Emergency Kebencanaan (PROGRAM DESAEM) di sekitar area Proyek JTB. Program ini merupakan salah satu program PPM dari PEPC tahun 2022 yang dalam pelaksanaannya telah mendapatkan persetujuan dari SKK Migas. Sebelumnya pada 2021 lalu PEPC bekerjasama dengan Yayasan PARATAZKIA telah memulai program ini di 4 desa di sekitar area Proyek JTB, yakni Desa; Bandungrejo, Pelem, Dolokgede, dan Kaliombo. Program tersebut merupakan tahap pertama dari roadmap program yang direncanakan. Setidaknya terdapat 186 taruna siaga bencana dari berbagai unsur masyarakat desa serta 20 tenaga kesehatan terlibat sejak awal dalam pelaksanaan program. 

 

Mewakili Manajemen PEPC Zona 12, Field Officer Community Relations & CSR PEPC Edi Arto turun bersama mitra kerja memberikan sosialisasi program di balai Desa Bandungrejo, Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur pekan ini. "Setelah di tahun 2021 lalu kami fokus pada pembentukan dan deklarasi taruna siaga bencana serta berbagai pelatihan hingga simulasi untuk peningkatan kapasitas kemampuan taruna siaga bencana, maka di tahun 2022 melalui program ini kami akan melanjutkan berbagai pelatihan tersebut sekaligus akan melengkapi peralatan yang dibutuhkan dalam menghadapi segala kemungkinan kebencanaan" terang laki-laki yang juga penyuka sepeda grasstrack tersebut. 

Menurut fasilitator program dari PARATAZKIA Sudalhar, kegiatan utama program DESAEM tahun 2022 ini meliputi pengadaan paket sistem komunikasi yang terdiri dari pengadaan radio komunikasi, standar operasional prosedur aktivasi komunikasi kegawatdaruratan bencana, penetapan jalur evakuasi beserta muster point atau titik kumpul, pemasangan alarm system tanda bahaya pada titik lokasi yang disepakati bersama masyarakat dan pemerintah desa, serta pengadaan sarana transportasi untuk operasional kesiapsiagaan kebencanaan. "Selain itu juga, kita akan kembali lakukan penyegaran teori dan praktek terhadap pelatihan kesiapsiagaan kebencanaan yang telah terlaksana pada periode program sebelumnya,"tuturnya. 

Sementara, Kepala Desa Kaliombo Rohmad Edy Suyanto, menyampaikan apresiasi atas kembali dilaksanakannya program ini oleh PEPC. Menurutnya, melalui program ini, semoga semakin meningkatkan sumber daya manusia bagi warga desa Kaliombo. "Ini merupakan salah satu program yang sangat sesuai dengan arah tujuan perencanaan pembangunan di desa kami. Besar harapan kami ketika Lapangan gas JTB sudah memasuki fase produksi nanti, PEPC akan tetap konsisten memberikan kontribusi dalam upaya menumbuhkembangkan masyarakat sekitar area operasi salah satunya bagi warga kami di desa Kaliombo," harapnya. 

Melalui program ini, PEPC juga mengkampanyekan keselamatan dan keamanan jalur pipa gas yang melintasi desa sekitar Proyek JTB. Dalam sosialisasi program ini juga PEPC membangun kesadaran warga serta mengajak warga desa untuk bersama-sama merasa memiliki dan menjaga keamanan-keselamatan atas segala fasilitas yang ada di sepanjang jalur pipa gas sebagai aset Negara. *


PEPC dan Yayasan Paratazkia Laksanakan Progam Desa Siaga Emergency Kebencanaan

 Setelah sukses melaksanakan Program Rintisan Desa Siaga Bencana di 4 Desa di sekitar area operasi Proyek JTB pada 2021, kini kembali melaksanakan pendampingan fase kedua program. Pendampingan program ini ditandai dengan dilaksanakannya kick of meeting dan penandatanganan Perjanjian Swakelola program oleh kedua belah pihak yang berlangsung di Pawon Resto Bojonegoro.

Rapat tersebut dihadiri oleh PGA PEPC antara lain Edi Arto, Andi Widianto, dan Endra Mugi Rahayu sedangkan dari Paratazkia dihadiri oleh Sudalhar, Sholikin Jamik, Heli Suharjono, Imam waloyo selaku pembina, Khusnul Mawadah selaku ketua, Lusi Diyah Fatnawati selaku sekertaris dan Ana Maisyaroh selaku bendahara dan Tim Paratazkia

Pelaksanaan rapat tersebut berjalan dengan baik yang dimulai dengan acara ramah tamah dan dilanjut dengan pembahasan program DESAEM (Program Desa Siaga Emergency Kebencanan). PGA PEPC, Edi Arto mengatakan bahwa pelaksanaan program DESAEM untuk fase kedua ini akan berlangsung selama 6 bulan terdiri dari 5 bulan jangka waktu pelaksanaan dan 1 bulan jangka waktu penyelesaian administrasi terhitung sejak ditandatanganinya surat perjanjian kerja oleh kedua belah pihak pada Jum’at (1/7/2022).

                                          
 

Program ini dilakukan sebagai sistem penyiagaan untuk warga desa jika terjadi bencana. Program ini dilaksanakan di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Ngasem, Kecamatan Purwosari, Kecamatan Tambakrejo dan 4 desa yaitu Desa Bandungrejo, Desa Dolokgede, Desa Pelem, Desa Kaliombo. Program Desa Siaga Energency Kebencanaan (Pogram DESAEM) tahun 2022 ini merupakan salah satu komitmen dari PEPC dalam memberikan kontribusi untuk menumbuhkembangkan masayarakat di sekitar area operasi Perusahaan. Kegiatan yang akan dilaksanakan selama 5 bulan pendampingan program ini meliputi; pemetaan jalur evakuasi dan penentuan titik kumpul beserta penyediaan tanda jalur evakuasi, penetapan lokasi titik kumpul evakuasi kebencanaan, penyediaan seperangkat alarm system, peralatan komunikasi, dan alat transportasi.

Pembina Paratazkia, Sholikin Jamik mengatakan bahwa PARATAZKIA sebagai salah satu NGO di Bojonegoro yang bergerak di bidang Kesehatan sangat mengapresiasi atas inisiasi PEPC untuk pelaksanaan program ini. 



Kamis, 30 September 2021

Penyediaan Fasilitas Air Bersih di Desa Pelem

Sosialisasi dan Rembug Desa Program Penyediaan Fasilitas Air Bersih di Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Senin (27/09/2021)

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pertamina EP Cepu (PEPC), Pemerintah Desa Pelem, Bapak Camat yang diwakili Bapak Pi'anto, Tokoh Masyarakat dan Paratazkia.

Harapan dengan adanya Program Penyediaan Fasilitas Air Bersih Desa Pelem khususnya Dukuh Plukisan RT 17 yang terdapat 53KK tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih dan berharap kegiatan tersebut bisa berjalan lancar dan bermanfaat untuk warga Desa Pelem khususnya Dusun Plukisan dan sekitarnya.


Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Kaliombo

Sosialisasi Program Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Kaliombo Melalui Akses Sanitasi Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. Jumat (08 Maret 2019)

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pertamina EP Cepu (PEPC), Pemerintah Desa Kaliombo, Bapak Camat Purwosari yang di wakili bapak Bayudono Margajelita, Kepala Puskesmas Purwosari, Babinsa Kaliombo, Tokoh Masyarakat dan Paratazkia.

Harapan dengan adanya Program tersebut warga Desa Kaliombo tidak lagi membuang BAB sembarang tempat dan menjadi desa ODF (Open Defecation Free).


Kamis, 21 Desember 2017

Kegiatan Paratazkia

Paratazkia melakukan kegiatan bakti sosial untuk meningkatkan taraf kesehatan lansia dan masyarakat di Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro khususnya di Desa Gayam, Desa Mojodelik, Desa Bonorejo dan Desa Brabowan yang bekerja sama dengan exxonmobil.


pemeriksaan lansia

pemeriksaan Lab mini

memberikan penyuluhan kesehatan

memberikan HE tentang kesehatan

Selasa, 19 Desember 2017

Profil Paratazkia

Paratazkia adalah suatu yayasann yang bergerak pada kesehatan dan pendidikan. paratazkia berdiri karena fenomena masyarakat yang belum menunjukkan kemajuan dalam hal kehidupan yang berbangsa dan bernegara yang mendorong para pendiri untuk ikut ambil bagian dalam meningkatkan kualitas hidup dengan mengawali dari menanamkan pendidikan yang berkarakter, mental kewirausahaan dan rasa kepedulian sosial dalam semangat keberagamaan. Untuk itu berdirilah Yayasan Paratazkia dengan badan hukum AHU-04262.50.10.2014 tanggal 04-08-2014 dan kantor beralamat di Jl. Basuki Rahmat no 57,kemudian pada Desember 2016 Paratazkia membuka sekretariat 2 di Desa Pelem Kec.Purwosari Kab Bojonegoro sebagai tanah kelahiran pendiri Paratazkia. 


Fokus dari kegiatan Paratazkia dalam bidang pendidikan, kesehatan dan sosial keagamaan.
  • Kegiatan yang pernah dilakukan Paratazkia diantaranya memberikan bantuan bimbingan belajar secara cuma-cuma kepada anak didik setingkatSD/MI yang membutuhkan,
  • merintis pendirian Sekolah Menengah Kejuruan,
  • merintis Rumah Sehat yang memberikan pelayanan laboratorium klinik, apotek dan konsultasi kesehatan,
  • melakukan bakti sosial pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis,
  • serta pembagian hewan kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

Visi Lembaga :
  • Yayasan sebagai lembaga pengabdian untuk kemandirian masyarakat yang terpercaya dan berkelanjutan.

Misi Lembaga :
  • Melaksanakan kegiatan pendidikan dan pembinaan masyarakat
  • Melaksanakan kegiatan sosial dan kemanusiaan
  • Melaksanakan kegiatan pendampingan masyarakat
  • Menjaga kelestarian lingkungan hidup


Junjung Kearifan Lokal, PEPC dan Paratazkia Laksanakan Bubak Bumi di Desa Pelem

Jumat (02/09/22) Paratazkia mengadakan acara Bubak Bumi sebagai tanda dimulainya pembangunan atau fasilitas toko kelontong untuk para pelaku...